Jumat, 22 November 2013

Ruang Kelabu

Biarkan bilik jantung itu mengumpat
Dalam diam yang tak kunjung berwelas asih
Hingga untaian waktu melelang isi alur hidup
Nanti pada akhirnya jua kita kan bersua

Hamparan jerami siap mengisi perut rakyatnya
Ku saksikan perbedaan hiruk pikuk disini
Membuyarkan keheningan senja
Aku ingin cepat berlari
Meniti setapak dengan ratusan kilometernya
Kala badan sudah tak tau menyimpan rindu
Dua minggu yang lalu 
Hanya berkat sederet kalimat berbaris rapi
Serta tutur cerita sang awak akrab
Kami mendekat tanpa sekat

Begitu awalnya aku sudah paham
Hidupnya pekat dalam kubangan lumpur
Namun apa daya hati kala sudah terbius
Rasanya nurani ikut berdoa menuntunnya
Pelik hidup yang menertawakannya
Tak jua membuat nyali ciut untuk mengenalnya
Sudah memang jalan Tuhan
Bagai kunang-kunang yang awam
Menyentuh dan membaur dengan jiwanya
Mungkin aroma ketulusan itu hadir
Mendeskripsikan kami dalam kisah
Spercik merah jambu dalam senja kelabu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar