Lima jam lebih puluhan menit aku bercengkrama dengan suasana sedikit riuh. di balik senyum yang terpancar dari raut muka redup pilu. sepucuk topik menghangatkan pembicaraan, lalu saling bersapa kabar dalam cerita liburan kemarin.
Hari ini awal bertemu dari sekian lama terlelap dalam waktu semu. saatnya menata jadwal belajar yang tercecer. mungkin untuk beberapa waktu ke depan jam kelasku hampir sepadan denganmu.
Hatiku tersenyum kikuk, yang memaksa bibir ini memasang tampang sedikit manis di pandang.
Semester kuliah rupanya cukup baik juga tak terlalu membebaniku. sebab seisi otakku sudah bergemuruh untuk menjerit dan merangkai setiap kenangan yang terjadi. lalu dinding-dinding pikiranku sudah terlanjur penuh dengan hiasan "namamu"
dasar gadis ingusan yang gampang menyapa dewa amor.
ya, mau dikata apa cinta datangnya dari kedipan mata saat terpesona memandangi parasnya.
ingatanku mulai terkoneksi kembali dengan lima jengkal mimpi di atas kepalaku. rasanya aku kemari ingin menyemai ilmu, tak kurang tak lebih jua mengabaikan masalah perasaan ini.
semoga saja julukan melankolis tak sedikit menuai intrik. hitung-hitung aku menginjakkan kaki kemari untuk melukis prestasi bukan menjadi agen pencari cinta sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar