Peringatan saja pada gadis itu. mewujudkan mimpinya dalam batasan normal. semua orang mencibir dalam bekuan sindiran, tak percaya ia akan mampu mengorek - ngorek antara perbatasan langit dengan jengkalan lima jari dari atas kepalanya.
jemarinya mengadu pada secarik kertas agar goresan tinta hitam itu tak hanya membisu, namun mampu bercengkrama menarik mata orang lain untuk membacanya.
tak banyak harapan yang ia gantungkan. satu jam menari lincah diatas mesin ketik lalu pulahan jam hilang akibat bernyali ciut.
karya terbaik apa harus selalu di torehi tinta emas oleh sebuah penerbit ?
bukan penghargaan lisan tetapi insan ini ingin menggumam niat dalam sebuah tulisan. dalam hidup dengan berbatas kata normal. saat semua orang sibuk tau mau menelaah kata-kata lagi namun cenderung kabur menertawakan sebuah karya.
dalam naungan waktu semua berbasa basi menjelma untuk saling ikut beradu gengsi. beralaskan nama sebuah komunitas mereka pamer karya, ya mungkin itulah secuil jalan indah yang dihadirkan oleh Tuhan. ketika hanya teman sebaya yang mampu menyerap maksud tulisan ringkih ini, tak lebih terbaca oleh mesin pembuku waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar