Senin, 10 Maret 2014

Bahasa Tanpa Syarat

 
Saat itu pagi mngutip senyum kami
Dari serangkaian waktu yang terlewati
Kini sudah berada di ujung pertemuan
Ya seperti biasa jarak sudah menjadi benalu
Akan cerita rindu yang semakin bertumpuk
Bermandikan sinar mentari
Engkau kembali hadir menyisir tawaku
Lalu kasih itu kembali mendekap
Dalam manis manjaku yang tak terukur
Walau hidupku juga rumit
Namun akar pikiranku
Masih melilit akan bayangmu
Tiada yang tertinggal dan terselip
Atas namamu yang selalu menggumam dalam hati
Aku tak pernah ragu akan dirimu
Karena ku yakin kau pun sama sepertiku
Masih kuat menopang cinta ini
Walau diantara sekat waktu yang begitu tajam
Itu bukanlah penghalang
Engkau merupakan semangat di balik alasan
Ketika ku jatuh ataupun terpuruk
Hanya dikau yang sanggup mengisi saat saat itu
Lalu kau tuturkan berbagai macam nasihat
Hingga tubuhku kembali bangkit
Menjadi wanita yang hebat seperti semula
Tak ada cerita cinta terindah dalam hidupku
Karena yang terpatri hanya sosokmu
Bagaimana mungkin aku akan berlenggang
Memilih cinta yang lain
Saat mata, hati, dan pikiranku
Terus menyeru namamu
Engkau adalah lembaran kebahagiaan
Akan masa depan yang tertunda
Ku akan terus berusaha menjaga semua ini
Begitu pula nadiku
Semoga akan berlabuh pada dirimu yang terakhir
Sosokmu tak pernah buruk dimataku
Engkau merupakan bagian cahaya yang hilang
Namun sekarang kembali bersinar
Ikut menyemai hari hariku
Bersama sejuta sayangmu
Rasa ini akan terus membaur dalam hidup
Semoga kita dapat menyatu
Dan aku juga masih menunggumu
Hingga di penghujung senja yang mencoret usiaku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar