Dalam malam yang sunyi
Walau riuh menyangga tawa
orang-orang
Di dalam bus naungan wajahmu
melekat erat
Menyeret senyum tipis
Yang mengembang diantara celah bibirku
Saat itu di bangku bermuat dua
orang
Tampak lelaki membosankan
Menerjang berbagai kata-kata
Membisiki telinga kanan ku
Ah bodo!
Aku tak pernah menrbangkan
pesawat cinta untuknya
dari arah depan mulai gaduh
beberapa wanita menghampiri
sembari nadanya berbisik
rupanya ia,ia separuh perasaanku
telah jatuh tersungkur
langkahku berayun cepat
ku elus pundaknya
teganya kata itu berucap
apa yang terjadi?
Air mata tiba-tiba berlinang
Sambil tanganku menyapa erat
Mengelus punggungnya
Selang beberapa menit ia baikan
Jemariku berlari mengompres
dahinya
Dengan perasaan menebak nebak
Dirinya tengah membaik
Lalu tangannya menyentuh
lenganku
Katanya suhu tuhnya sudah
menurun
Bukannya apa aku sontak membisu
Dalam hati jua tersenyum kecut
kegirangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar