Kamis, 29 Agustus 2013

SAYU



 
Di saat jingga menyemai damai
dalam heningnya suasana
Menyemburkan biru ataupun merah keunguan
di tambah semilir angin dari setiap sudut ruangan ini
Meninggalkan dedaunan berjatuhan terurai sederhana

Tiada yang tau saat gedung semegah itu diam
 tak bersua dengan sekitarnya
Penghuninya lenyap memburu waktu dan kehidupan di pijakan tanah yang lain
Mereka sudah lelah menuai aktivitas hari ini

dan yang tersisa hanyalah secuil kenangan
Bersama seuntai senyum yang mengembang
di balik mata yang sayu dan kesahajaan jiwa
Aku mengingat itu dalam diamnya menjelang petang hari ini
Taukah aku hanya pandai merangkai kata-kata dalam bait detakan jantungku
Bercerita tak mengikuti alur
Riang kegirangan sendiri tiada yang tahu
dan dalam sebuah pena serta secarik kertas putih
Ku nodai dengan tinta hitam berlari mengeja kata –kata
ataupun diatas mesin ketik berabjad abcd
Jemariku menari mengejar setiap kenangan hari ini

Cerita dalam diamku
Menumbuhkan perasaan dalam bunga edelweis
yang susah dijangkau orang
Tak seperti menanam perasaan dalam bunga mawar
 yang mudah layu lalu gugur dalam keadaan

Aku adalah diriku yang bebas memilihmu
untuk menjadi setiap nada di memoriku
Hal terindah yang tak pernah di usik orang
Lalu berkembang penuh mengisi relung hati
Menutupi separuh ruang gelap yang telah di isi oleh dirinya

Hidup memang indah seandainya tanpa sandiwara
Capek memamang menggumam dalam hati dan mengumpat erat
Sejatinya aku tak pernah menyukainya
tapi engkau terlanjur hadir menyentuh hidupku

dan tahukah kau matahari tak dapat menyaingi malam
Aku merindukanmu kini dalam dekapan hangat hayalan semuku
Ku harap kau pun sama bersua dalam dunia yang berbeda
Ku harap memang begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar