Kamis, 29 Agustus 2013

Gadis Ilalang




Dari hembusan angin di tanah jawa
Menceritakan secerca kebahagiaan
Kepada semua telinga rumpun guyub pedesaan
Kerangka tulang berbalut daging menghentak bumi

Dirinya telah hadir
Menyerukan nada sedikit terisak-isak
Kala itu dua permadani menuai kebahagiaan
Dalam riangnya senda gurau kenyataan

Dia si wanita dengan jemarinya merangkul
Lalu tubuh mungil itu di bopongnya
Sambil menggodanya
Dan mengajak bercerita dalam bahasa bisu

Lalu lelaki di sebelahnya itu
Hanya bergurau dengan raut hati yang muram
Jiwa yang diinginkannya itu
Ternyata alot di kabulkan sang Ilahi

Kini memang benar gadis mungil itu akan tumbuh
Menjadi jiwa harum
Peneguh kehormatan keluarga ini
Membubuhi dengan setiap tingkah lakunya

Namun kehadirannya lagi-lagi diremehkan
Duh nasib gadis ilalang usang
Yang terus tumbuh meninggi
Tapi kehadirannya hanya dibutuhkan saat mereka susah

Oh jiwa kau jangan payah !
Sabar dan melebur dengan apa yang terjadi
Semoga itu sudah cukup ampuh
Merenggut omongan licik tak memikirkan hati

Anak wanita juga ingin di hormati
Tak dicaci dengan rasa welas asih
Ayah mohon tegur hatimu
Aku juga mampu merajut asa seperti inginmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar