Dalam alunan memori klasik
Biarkan semburat merah jambu
Menyemai sakura diantara musim semi
Sebuah goresan terindah
telah di ukirkan Tuhan
dalam ketenangan
hanya dia dan aku yang tau
tak perlu terjamah dengan yang lain
semua mengalir
menuju muara kebahagiaan
apakah perlu ku coretkan kembali
dua per tiga sentuhan jemari itu
membuat bungkam hati
memang kala rindu itu terobati
hingga jiwa lebur dalam rasa asing
nyaman menidurkan sejenak tutur ini
entah yang ku mau hanya sosok itu
yang sudah puluhan jam itu ku tunggui
dalam raut padam masam dialog amatiran
yang terjadi antara hati sendiri
dan kesunyian diantara senja kala
biarkan senyum melampiaskan
setiap detikan berarti itu
biarkan pula waktu membungkusnya
dalam rangkaian cerita alphabet
yang manis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar