Biarkan
ia bersemangat dalam diam
Jarinya
menggelitik seisi ruangan
Suara
deru mesin jahit bersahutan
Membuntal
inang dalam kepalan
Jarum
pentul menjelujur
Setumpuk
karang butiran manik-manik
Mengisi
ruang diantara celah kain
Lalu
di patri perlahan
Dalam
corak bernyawa jawa
Maha
karya seni rupawan
Menusukkan
aroma ketulusan
Pada
bingkai ayu warisan moyang
Namun
generasinya ingusan
Tak
mau melenggang dengan senyuman
Katanya
kuno pakai rajutan mencolok
Kalau
kalau mulut tetangga menggaung
Menempel
label dalam kedustaan
Lalu
kau ikut mencibir
Padahal
kau pula tak pernah khawatir
Nikmatilah
raut padam mukamu
Memalukan
negeri dan nurani
Mnyurutkan
manusiawi dalam harga mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar