Dalam
kerumunan sepi
Biarkan
takdir menggaung akan jalannya
Sebuah
pilihan akan sandi hidup
Menghujat
nurani tiada batas
Saat
waktu mulai ringkih
Menyaksikan
awak berserah diri
Tak
jua berujung pada restu
Membikin
pelik di antar pekik
Aromanya
sungguh mewangi
Tak
mengenal batas detik
Ia
hadir menerobos rusuk terdalam
Walau
kadang batin ikut bersenandung
Tak
tau darimana bulan mengirimkan kabar
Atas
pelita yang tak kunjung terang
Dasar
hatinya membatu
Sungguh
biar salamku menjamu sendu
Tak
apa batas jalan terakhir telah terpilih
Di
ujung suatu pengharapan abu-abu
Semoga
jiwamu terus mampu mengadu
Izinkan
aku mematri namamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar