Mengapa senja terlalu cepat berlabuh
Menepi asa yang semakin mengerucut padam
Aku berjalan diantara trotoar serdadu awam
Bercengkrama dalam kiasan yang manis
Pernakah juga diri tau akan porsinya
Bahwa kini kami berada pada kerumunan jurang
Begitu curam pekat menghitam
Sungguh akankah kasih kami tetap terbang
Lalu bertengger nyaman di perbatasan senja kala
Waktu itu saat ufuk barat menjamu rindu
Semoga saja ia tak berburu melebihi satu
Menepi asa yang semakin mengerucut padam
Aku berjalan diantara trotoar serdadu awam
Bercengkrama dalam kiasan yang manis
Pernakah juga diri tau akan porsinya
Bahwa kini kami berada pada kerumunan jurang
Begitu curam pekat menghitam
Sungguh akankah kasih kami tetap terbang
Lalu bertengger nyaman di perbatasan senja kala
Waktu itu saat ufuk barat menjamu rindu
Semoga saja ia tak berburu melebihi satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar