Kala
hati mulai meranggas
Dalam
sepotong kasih sayang
yang tak
terbasuhkan
Ia sibuk
menawar waktu
Tak ada
kala malam ataupun pagi
Semua
sama tetunduk sepi
Ia hanya
mondar-mandir
Tak
selalu pula bertegur sapa
Walau rasanya
sering lara
Pada
mulanya aku seperti permadani
Mengisi
jiwa dan ambisinya
Mengarungi
mimpi abadi dalam benaknya
Namun
entah apa
Aku
seperti benalu
Tak jadi
mentari lagi
Ia
melenyapkan semua
Dengan
nada menuduh murka
Pada
kawanan siapa aku akan beradu
Mencari
sisa lembaran geluh
Dan
ingin membasuh pada separuh usiaku
Kuatkan
aku dalam sederet semangat
Menjaring
asa untuk sebuah pembuktian
Dalam
cawan berisi darah dan keringat
Sampaikan
salam risau nada hatiku
Pak jaga
senja kalamu
Ku sudah
meminta izin pada-Nya
Agar kau
menyaksikanku
Tuhan
aku mengingatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar