Jumat, 03 Januari 2014

Pak




Kala hati mulai meranggas
Dalam sepotong kasih sayang
yang tak terbasuhkan

Ia sibuk menawar waktu
Tak ada kala malam ataupun pagi
Semua sama tetunduk sepi

Ia hanya mondar-mandir
Tak selalu pula bertegur sapa
Walau rasanya sering lara

Pada mulanya aku seperti permadani
Mengisi jiwa dan ambisinya
Mengarungi mimpi abadi dalam benaknya
Namun entah apa
Aku seperti benalu
Tak jadi mentari lagi
Ia melenyapkan semua
Dengan nada menuduh murka

Pada kawanan siapa aku akan beradu
Mencari sisa lembaran geluh
Dan ingin membasuh pada separuh usiaku

Kuatkan aku dalam sederet semangat
Menjaring asa untuk sebuah pembuktian
Dalam cawan berisi darah dan keringat
Sampaikan salam risau nada hatiku
Pak jaga senja kalamu
Ku sudah meminta izin pada-Nya
Agar kau menyaksikanku
Tuhan aku mengingatmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar