Jumat, 03 Januari 2014

Se-pa-ruh




 
Malam itu Sirius menjaring senyumku
Mataku berlenggok menyoroti eloknya
Dadaku kembang kempis
Merasakan semilir angin dalam atmosfer
Kemudian pikiran semakin merapat
Menyerbu setiap kenangan yang hadir
Ku rasakan….
Masalah akan terus meranggas
Namun ku paham
Tak selamanya ia akan menggerogoti hidup
Menginjak tulang yang menyangga tubuh
Hingga remuk lebur menjadi abu
Dua setengah hidup lenyap
Aku terlalu diam di cemooh lisan
Mulut orang yang meremehkan
Menyayat jantung hingga tak berdetak
Ku dekap Tuhan oh Tuhan
Ku ingin lahir menjadi bayi yang suci
Tak selalu bercengkrama dengan dosa
Aku seperti hidup amatiran
Bahkan dari setiap sudut tubuh
Tak seorang pun menghargai
Waktu terlihat menyilaukan mata
Kucuran keringat menggeliat
Diantara sisi kulit kecoklatan ini
Jiwaku sudah hadir sejak dahulu
Tetapi tubuhku seperti bala yang mengadu
Luka terlalu sering menganga
Menyumbang nafas yang tersungkal
Menyaksikan jeritan hidup
Pada waktu yang mati
Serta jemari yang menggumam sendiri
Dalam se pa ruh yang akan ringkih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar