Ikat mengikat melilit lilit
Seuntai lembaran tipis rambutnya
Tergerai indah menawan
Hitam pekat memikat
Baunya tak pernah apek
Apalagi kalau di kuncir
Berbentuk jeruji
Ujungnya bergerigi
Bekas catokan ala mesiu
Tak ada seuntai kain yang menutup
Lalu lentikan tajam bulu matanya
Menggoda seribu pasang mata
Auratnya tersingkap
Jadi bahan obralan
Ironisnya mata hati buta
Dalam sendawa kalapnya nafsu
Bahwa akhirat tetap menguncir
Menguncir nikmat dosa duniawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar